Thursday, May 4, 2017

Program Jadwal sholat

Program Jadwal Sholat


Assalamu'alikum wr wb,

Kali ini saya akan membagikan Program jadwal sholat yang berbasis koordinat posisi sehingga mudah2an bisa menjadi gambaran teman - teman untuk mengembangkan lebih lanjut.

saya mendapatkan file di internet yang di bagikan free yang Disusun oleh DR. Rinto Anugraha, dosen Fisika UGM (rinto74@yahoo.com). saya menterjemahkan perhitungan tersebut kedalam bahasa program pascal yang di pakai untuk mikrokontroller sehingga bisa di buat alat aslinya.

dalam file yang saya sertakan sudah dengan listing, file simulasi, file firmwarenya (HEX) sehingga memudahkan teman2 untuk membuatnya.

tentunya rangkaian ini belum sempurna jelas yang saya harapkan adalah file ini akan terus di kembangkan dan terus di share secara free juga sama seperti bapak rinto yang membagikannya secara free

adapun penjelasan secara singkat adalah alat ini di beri perintah dari port serial berupa kode perintah sehingga modul dapat menjawab apa yang di butuhkan, berikut adalah list perintahnya


yang perlu di ingat adalah agar menset waktunya dulu sesuai dengan keadaan real dan juga ada variable hari , hari senin di anggap nilai 1 dan minggu adalah 7 jadi sangat perlu untuk lihat penanggalan asli supaya tidak salah perhitungannya

silahkan di lihat contoh di bawah :


nah setelah di set hanya cukup tulis "[x]" seperti contoh berikut


nah simple kan begitu juga dengan perintah2 yang lain sesuai dengan list perintah yang di berikan 

nilai - nilai yang di masukkan saya sesuaikan dengan kolom kuning pada file excel yang saya lampirkan yang telah di susun oleh DR. Rinto Anugraha 

mudah - mudahan teman bisa mengembangkan lebih lanjut untuk aplikasi lainnya selamat mencoba

untuk file lengkapnya bisa teman - teman download di sini

saya tidak membuka tanya jawab masalah program ini karena terlalu panjang silahkan teman2 pelajari dari yang sudah ada saya memakai mikropascal untuk kompiler program mikrokontroller nya dan proteus sebagai simulasinya 


READ MORE

Tuesday, February 7, 2017

Current injector (4-20ma) Part 1

Current injector (4-20ma) Part 1


Pada peralatan industri kita mengenal signal loop 4-20ma, hal ini di aplikasikan pada hampir seluruh peralatan mulai dari sensor pressure, level, tempetature, frekuensi, tegangan dll. Bisa juga di pakai pada sistem display yang menerima signal loop ini untuk di terjemahkan ke nilai tertentu.

Tapi pada pembahasan kali ini saya akan menjabarkan pada alat yang berfungsi sebagai current injector 4-20ma artinya alat ini akan menyuntikkan signal loop 4-20ma. Pertanyaannya adalah kenapa ?

Pada saat dilapangan dan melakukan troubleshoting maka kita perlu test apakah pembacaan dari alat sudah benar atau malah sensornya memberikan signal yang salah atau tidak sesuai dengan settingan kalibrasi rangenya (hal ini sering terjadi makanya di butuhkan kepastian agar bisa di kalibrasi ulang).

Pada current injector ada 2 mode kerja 1. Source dan 2. Sink mari kita lihat fluke loop calibrator yang sering di pakai


Pada mode kerja 1. source beginilah pengaturannya :



Jadi dengan begini alat ini menjadi sumber 4-20ma misal pemakaian pada control valve kita bisa mengganti fungsi pengaturan dcs. Dengan konfigurasi ini maka kita bisa atur bukaan valve dengan mengatur nilai dari current loop misal 4ma valve akan full close  dan 20ma valve full open. Dengan begini kita bisa lihat bahwa control valve ada NPN device atau passive

Pada mode kerja 2. sink beginilah pengaturannya :



Dengan konfigurasi seperti ini maka alat ini menjadi sumber beban atau alat yang terkoneksi dengan signal loop ini PNP device, contoh pemakaian misal kita ingin menggantikan fungsi dari pressure transmitter maka jika kita ingin cek jalur yang ke dcs atau pembacaan dcs sudah normal atau tidak bisa kita mengganti transmitter dengan alat ini sehingga kita bisa atur arus sehingga bisa di cek pembacaan dcs misal kita simulate di 20ma dan seharusnya dcs membaca 10Mpa dan seterusnya pada titik pengukuran lainnya sehingga kita yakin untuk mengambil keputusan


BAGAIMANA JIKA KITA TIDAK MEMILIKI SIGNAL LOOP CALIBRATOR ?

Memang kadang alat ini tidak di gunakan selalu untuk kalibrasi tapi kadang kita pakai untuk troubleshooting nah jika memang kita hanya gunakan untuk troubleshooting dan bukan untuk legalitas kalibrasi maka bisa menggunakan cara ini :

Pada sebuah plant terutama power plant saya selalu mendapati alat untuk backup panel yang menggantikan fungsi DCS dalam mengatur control valve (manual control) atau manual control yang mengatur nilai 4-20ma untuk alat tertentu.

Pada pembahasan kali ini saya akan bahas alat serupa yang saya pakai MIB-10C

 

Jadi kadang kalau loop calibrator itu sedang di kalibrasi di LIPII kami gunakan alat ini sebagai gantinya. Alat ini di pakai di backup panel sehingga jika DCS ada masalah maka kontrol akan di ambil alih oleh alat ini yang di operasikan manual oleh operator. Berikut adalah bagan internalnya :


Gimana bahasa china yah ?  yah itulah nasib tapi kita harus berfikir sedikit dan menganalisa di panel pasti bisa kita jabarkan masing – masing fungsinya. Nah jika kita anggap saja kita pakai pada sebuah control valve maka gambarnya akan seperti ini :



Nah jika kita ingin gunakan untuk troubleshooting maka, mode harus manual (tekan tombol M) pin 1,2,3 tidak kita pakai  lalu pin 9,10 kita jumper karena kita butuh resistor 250 ohm pin 11,12 di jumper karena jika tidak mode manualnya tidak mau jalan.

Power 220volt ac di pin 22,23  yang menjadi penyedia arus 4-20ma ada di pin 20,21 dan untuk pembaca feedback ada di pin 4,5

Jadi seperti itu yang bisa kita lakukan jika alat signal loop calibrator itu tidak tersedia atau dalam keadaan terpaksa, mungkin di tempat anda tidak tersedia alat yang sama persis tapi pasti ada alat yang serupa dan cara kerjanya sama. Jadi bisa di jadikan solusi alternatif pada saat di butuhkan.

Selamat berinovasi dan salam kami dari PLTU PALU dan www.mikrodb.com semoga sedikit ilmu ini bisa men-trigger ide – ide segar lainnya.

file artiklenya dapat di download di sini


READ MORE

Thursday, January 5, 2017

Level Air analog

LEVEL AIR ANALOG


Pada kesempatan hari ini saya akan menjelaskan tentang rangkaian elektronik sederhana, level air banyak variannya dan banyak juga yang membahasnya hanya saja saya masih tertarik karena mudah di aplikasikan dan murah. 

baik tanpa panjang lebar ini adalah rangkaiannya :




dari rangkaian di atas sudah sangat jelas dan simple, kami dari mikrodb.com memang sengaja membuat rangkaian ini sesimple mungkin dengan varian komponen yang banyak di dapat, contoh c1815 paling banyak di dapat dari cabutan komponen televisi dan TIP31C sudah pasti banyak yang kenal,

kami menggunakan 3 transistor, Q1 itu rangkaian sensornya, Q2 itu pembalik logicnya dan Q3 adalah driver relaynya saya pilih TIP31C karena jika tidak ada relay 12 volt ya bisa kasi relay 24v mana - mana saja karena transistor Q3 sanggup

1 rangkaian ini di pakai untuk 1 titik ukur misal kalau dalam tandon air maka di butuhkan 2 modul ini yaitu titik atas dan titik bawah, 

baik sekarang ini gambar pcbnya dan nanti akan di lampirkan semua file sehingga kawan -kawan dari mikrodb.com mudah untuk modifikasi atau membuatnya



nah diatas itu gambar dari PCB nya. 


dan diatas adalab gambar bagian atas dan bagian bawah dari PCB yang akan kita buat, dan di bawah ini adalah gambar barang jadinya :


dengan bentuk seperti itu akan memudahkan bagi teknisi untuk membuat rangkaian kontrol listriknya agar bisa di gabungkan menjalankan pompa

masih bersambung pada saat nanti di pasang di lapangan dan akan di jelaskan bagaimana pemasangan yang baik pada sistem yang sudah ada sehingga optimal, di tunggu tulisan berikutnya




READ MORE

Wednesday, December 21, 2016

BUKU KUMPULAN RANGKAIAN TULUS KIT

BUKU KUMPULAN RANGKAIAN TULUS KIT



buku sangat membantu saya pada saat awal - awal belajar elektronika karena rangkaiannya sangat terpercaya 


Berikut adalah link - linknya :


READ MORE

Hidrostatik Pressure


Hidrostatik Pressure


Kali ini kita akan bermain logika, dan pertanyaan ini tidak pernah absen dalam kumpulan pertanyaan saya jika merekrut karyawan baru di bagian instrument karena unik.

Pertanyaan :

         Besar yang mana Pressure A atau B dan jelaskan alasannya ?



nah bagian yang ada patternnya itu kita anggap air saja, jadi bagaimana menurut anda ?



nah bagian yang di arsir kita anggap saja air, bagaimana menurut anda dan logikanya ?






untuk menjawab ini anda harus mengerti dulu bagaimana rumus pressure itu kalau mau sederhananya ya bisa di lihat di gambar di bawah ini :


nah jika di lihat dari rumus di atas itu, kita bisa menjelaskan bahwa pressure itu tergantung dengan massa jenis, spesifik grafitasi, dan terakhir tinggi airnya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan volume baik volumenya besar atau kecil asal tau ketinggiannya maka pressure akan selalu bisa di hitung


jadi jawabannya adalah  pressure A = pressure B  dengan alasan yang sudah di paparkan di atas

jadi semoga bermanfaat informasinya    SALAM INOVASI......



READ MORE