Showing posts with label Alat Ukur. Show all posts
Showing posts with label Alat Ukur. Show all posts

Monday, June 25, 2018

pressure indikasi

[Pressure] 


kita sering melihat 0 pressure pada pressure gauge atau transmitter tapi apakah betul - betul zero pressure.
jadi apakah yang selama ini kita katakan 0 pressure atau jika kalibrasi yang di katakan zero ?
jadi yang selama ini kita pakai sebagai zero untuk pressure gauge adalah pressure atmosfer atau 1atm pada gambar yang di garis biru, jadi tidak benar2 zero pressure masih ada 1 atm
jadi area di bawah garis biru itu adalah vacumm atau pressure atmosfer. area di atas garis biru adalah pressure gauge
kalau kita bicara pressure absolute adalah jumlah antara pressure atm + pressure gauge
dan terakhir kenapa tidak di pakai ini karena di butuhkan referensi pressure absolute zero yang mana secara fisika tidak mungkin di dapat di bumi
jadi pada umumnya zero yang di pakai adalah titik pressure atmosfer atau 1 atm jika di atas di sebut positive pressure gauge jika di bawah maka di sebut negative pressure gauge atau vacumm
pada umumnya jika memakai ini tidak akan ada masalah hanya saja jika di pakai di luar bumi mungkin ini menjadi masalah. selama masih di power plant bumi ente masih safe ðŸ˜œ




READ MORE

Sunday, January 14, 2018

current injector analog dari modul MIB-10C

Manfaatkan kembali modul MIB-10C yang sudah Absolut



assalamualaikum wr wb,

kali ini saya akan membahas bagaimana kita bisa memanfaatkan lagi modul MIB-10C yang  sudah rusak dan tidak di produksi lagi. dari pada cuma menjadi sampah saja saya mencoba membuat alat bantu "current injector analog 4-20mA"


saya telah membahas rangkaiannya pada artikle sebelumnya di sini , jadi dengan rangkaian itu kita bisa mempunyai rangkaian 4-20 mA plus zero dan span silahkan di baca.


gambar ini juga telah saya bahaas pada artikle disini

ok sekarang kita bongkar saja alatnya 







lihatkan ic nya di amplas jadi percuma mau perbaiki  jadi kebanyakan kalau power supply aman saya juga males mau cek yang lain hehehehe




ini power supplynya dan bisa kita gunakan kembali


ini terminalnya kita gunakan juga cuma di putus jalurnya biar tidak terhubung dengan apa - apa


ini displaynya dan ini menjaadi bagian penting di rangkaiannya nanti krn jika di inject 4ma dia akan menunjuk ke 0%   dan 20mA ke 100%


ini gambar bagian - bagian yang sudah terpisah



setelah di modifikasi berikut adalah gambarnya 








sebagian besar masih serupa , tapi tidak sama hehehe tapi apakah bekerja modifikasinya berikut adalah videonya










Terima kasih untuk teman - teman yang ikut membantu percobaan dan pengetesan sampai rangkaiannya jadi, khususnya teman - teman instrument PT PJPP.

Siiip Kreasinya mudah - mudahan bisa di buat yang versi digitalnya

Rahmat dwi cahya dan supriyadi yang sudah sabar ngetest berkali - kali sampai bosan mudah - mudahan ilmunya berguna.


cahyadwirahmat240396@gmail.com


supriyadisojol@gmail.com









READ MORE

Monday, July 24, 2017

Buku Training Level Sensor

Buku Training Level Sensor



Level adalah salah satu Sensor yang lumayan umum di pakai dan mempunyai ragam yang cukup banyak mengingat banyak juga benda  yang ingin di ukur level nya, misal air, debu, batubara, minyal dan chemical lainnya. 

Jadi sangat penting memiliki pengetahuan dasar untuk sensor ini dan mudah - mudahan dengan buku ini anda akan bisa menambah pengetahuan terutama di bidang instrument.

Silahkan di download bukunya di link ini



READ MORE

Tuesday, February 7, 2017

Current injector (4-20ma) Part 1

Current injector (4-20ma) Part 1


Pada peralatan industri kita mengenal signal loop 4-20ma, hal ini di aplikasikan pada hampir seluruh peralatan mulai dari sensor pressure, level, tempetature, frekuensi, tegangan dll. Bisa juga di pakai pada sistem display yang menerima signal loop ini untuk di terjemahkan ke nilai tertentu.

Tapi pada pembahasan kali ini saya akan menjabarkan pada alat yang berfungsi sebagai current injector 4-20ma artinya alat ini akan menyuntikkan signal loop 4-20ma. Pertanyaannya adalah kenapa ?

Pada saat dilapangan dan melakukan troubleshoting maka kita perlu test apakah pembacaan dari alat sudah benar atau malah sensornya memberikan signal yang salah atau tidak sesuai dengan settingan kalibrasi rangenya (hal ini sering terjadi makanya di butuhkan kepastian agar bisa di kalibrasi ulang).

Pada current injector ada 2 mode kerja 1. Source dan 2. Sink mari kita lihat fluke loop calibrator yang sering di pakai


Pada mode kerja 1. source beginilah pengaturannya :



Jadi dengan begini alat ini menjadi sumber 4-20ma misal pemakaian pada control valve kita bisa mengganti fungsi pengaturan dcs. Dengan konfigurasi ini maka kita bisa atur bukaan valve dengan mengatur nilai dari current loop misal 4ma valve akan full close  dan 20ma valve full open. Dengan begini kita bisa lihat bahwa control valve ada NPN device atau passive

Pada mode kerja 2. sink beginilah pengaturannya :



Dengan konfigurasi seperti ini maka alat ini menjadi sumber beban atau alat yang terkoneksi dengan signal loop ini PNP device, contoh pemakaian misal kita ingin menggantikan fungsi dari pressure transmitter maka jika kita ingin cek jalur yang ke dcs atau pembacaan dcs sudah normal atau tidak bisa kita mengganti transmitter dengan alat ini sehingga kita bisa atur arus sehingga bisa di cek pembacaan dcs misal kita simulate di 20ma dan seharusnya dcs membaca 10Mpa dan seterusnya pada titik pengukuran lainnya sehingga kita yakin untuk mengambil keputusan


BAGAIMANA JIKA KITA TIDAK MEMILIKI SIGNAL LOOP CALIBRATOR ?

Memang kadang alat ini tidak di gunakan selalu untuk kalibrasi tapi kadang kita pakai untuk troubleshooting nah jika memang kita hanya gunakan untuk troubleshooting dan bukan untuk legalitas kalibrasi maka bisa menggunakan cara ini :

Pada sebuah plant terutama power plant saya selalu mendapati alat untuk backup panel yang menggantikan fungsi DCS dalam mengatur control valve (manual control) atau manual control yang mengatur nilai 4-20ma untuk alat tertentu.

Pada pembahasan kali ini saya akan bahas alat serupa yang saya pakai MIB-10C

 

Jadi kadang kalau loop calibrator itu sedang di kalibrasi di LIPII kami gunakan alat ini sebagai gantinya. Alat ini di pakai di backup panel sehingga jika DCS ada masalah maka kontrol akan di ambil alih oleh alat ini yang di operasikan manual oleh operator. Berikut adalah bagan internalnya :


Gimana bahasa china yah ?  yah itulah nasib tapi kita harus berfikir sedikit dan menganalisa di panel pasti bisa kita jabarkan masing – masing fungsinya. Nah jika kita anggap saja kita pakai pada sebuah control valve maka gambarnya akan seperti ini :



Nah jika kita ingin gunakan untuk troubleshooting maka, mode harus manual (tekan tombol M) pin 1,2,3 tidak kita pakai  lalu pin 9,10 kita jumper karena kita butuh resistor 250 ohm pin 11,12 di jumper karena jika tidak mode manualnya tidak mau jalan.

Power 220volt ac di pin 22,23  yang menjadi penyedia arus 4-20ma ada di pin 20,21 dan untuk pembaca feedback ada di pin 4,5

Jadi seperti itu yang bisa kita lakukan jika alat signal loop calibrator itu tidak tersedia atau dalam keadaan terpaksa, mungkin di tempat anda tidak tersedia alat yang sama persis tapi pasti ada alat yang serupa dan cara kerjanya sama. Jadi bisa di jadikan solusi alternatif pada saat di butuhkan.

Selamat berinovasi dan salam kami dari PLTU PALU dan www.mikrodb.com semoga sedikit ilmu ini bisa men-trigger ide – ide segar lainnya.

file artiklenya dapat di download di sini


READ MORE

Thursday, January 5, 2017

Level Air analog

LEVEL AIR ANALOG


Pada kesempatan hari ini saya akan menjelaskan tentang rangkaian elektronik sederhana, level air banyak variannya dan banyak juga yang membahasnya hanya saja saya masih tertarik karena mudah di aplikasikan dan murah. 

baik tanpa panjang lebar ini adalah rangkaiannya :




dari rangkaian di atas sudah sangat jelas dan simple, kami dari mikrodb.com memang sengaja membuat rangkaian ini sesimple mungkin dengan varian komponen yang banyak di dapat, contoh c1815 paling banyak di dapat dari cabutan komponen televisi dan TIP31C sudah pasti banyak yang kenal,

kami menggunakan 3 transistor, Q1 itu rangkaian sensornya, Q2 itu pembalik logicnya dan Q3 adalah driver relaynya saya pilih TIP31C karena jika tidak ada relay 12 volt ya bisa kasi relay 24v mana - mana saja karena transistor Q3 sanggup

1 rangkaian ini di pakai untuk 1 titik ukur misal kalau dalam tandon air maka di butuhkan 2 modul ini yaitu titik atas dan titik bawah, 

baik sekarang ini gambar pcbnya dan nanti akan di lampirkan semua file sehingga kawan -kawan dari mikrodb.com mudah untuk modifikasi atau membuatnya



nah diatas itu gambar dari PCB nya. 


dan diatas adalab gambar bagian atas dan bagian bawah dari PCB yang akan kita buat, dan di bawah ini adalah gambar barang jadinya :


dengan bentuk seperti itu akan memudahkan bagi teknisi untuk membuat rangkaian kontrol listriknya agar bisa di gabungkan menjalankan pompa

masih bersambung pada saat nanti di pasang di lapangan dan akan di jelaskan bagaimana pemasangan yang baik pada sistem yang sudah ada sehingga optimal, di tunggu tulisan berikutnya




READ MORE

Sunday, December 4, 2016

DZC-02 ANALOG TACHOMETER TURBIN

DZC-02
ANALOG TACHOMETER










INSTRUCTION MANUAL


















JIANGYIN ELECTRICAL POWER INSTRUMENT CO.,LTD.






  1. GENERAL INFROMATION

DZC-02 analog tachometer is a high reliable monitor which monitors the rotating speed of the shaft. It was good advantages of high reliable, high accuracy, vibration resistant and long life span.

  1. OPERATING PRINCIPLE

Functional diagram is shown in figure1. inputs the signal from magnetic sensor or other frequency signal which proportional to rotating speed. The signal is limited and shape by circuit comprises IC1 and circuit around it, then the signal converted to corresponding DC voltage by F/V circuit which comprises IC2 and circuit around it. The amplifier comprises IC4 and circuit around it, is a buffer amplifier for two output, one is to indicator the other is to ALERT and OVER SPEED alarm. When the output signal exceeds the set value the corresponding lamp in front of the panel shall be turn on and the contact point at rear terminal shall be outputted for driver.







  1. SYSTEM CALIBRATION

  1. Interconnect wire, make sure there is no wrong in interconnection then turn on the power.
  2. use a low frequency signal generator to replace magnetic sensor at terminal block in site.
  3. monitor indicates zero point when no input signal
  4. connect a low frequency signal generator to the input terminal of DZC-02 tachometer .Make the input frequency from 100,200,…. To 4500Hz, the monitor shall indicate the value proportional to the input signal. If there are some differ, W1 the variable resistor shall be adjusted by opening the rear cover
  5. set alert set point value and over speed set point value with low frequency signal generator, adjust the corresponding variable resistor W2 and W3 Let Alert and Over  Speed Lamp On. Do the process several time to make sure that the output is accurate.


  1. SPESIFICATION

1. monitor range:                          0~4500rpm
                                                     0~9000rpm
2. Input signal:                             sin wave,pulse wave and triagle wave
    Input voltage:                          >70mV(rms)
3. Accuracy:                                 <1,5 %
4. Operating Temperature                        00C~450C
5. Alarm Setting                          full Scale of Monitor Range
6. Alarm Output                          DC28V, 1A
7. Power Supply                          220VAC 50 Hz

Magnetic Sensor

1. frequency response                  50Hz~15KHz
2. Mounting Gap                         0.5mm~1.0
      Gear specs                              module:4 teeth number 60,
      Gear material                          G3
3. Output Voltage
                                               
                                                     n: rotating speed
                                                     z: teeth number

  1. Faradic voltage:

1000rpm:       >5V rms
2000rpm:       >10V rms
3000rpm:       >15V rms
5. Operating temperature:                        -200C~+1200C







Figure 2. Magnetic Sensor Installation Diagram


Figure 3. Analog Tachometer Outline And Installation Diagram




Pada intinya supaya penjelasannya pendek alat ini mengkonversi pulsa yang di berikan sensor ke tegangan yang mana nantinya tegangan dan frekuensi yang masuk itu sebanding. Kebanyakan alat yang serupa dengan ini hanya sampai di panel saja sebagai indikasi lapangan. Jika yang berhubungan dengan DCS kita menggunakan type yang lain ya sudah barang tentu lebih akurat pembacaannya dan sudah di konversi ke signal 4-20mA



jadi untuk indikasi lokal biasanya gambarnya seperti berikut dan juga biasanya tidak terlibat dalam interlock turbin, silahkan lihat di bawah ini :




nah sekarang posisi sensor proximitynya yang di pasang di dalam turbin, silahkan lihat di bawah ini :




jadi sekedar sharing siapa tahu informasinya berguna, dan siapa tau ada yang berminat untuk mendesain sendiri berdasarkan informasi ini silahkan selamat berkarya......





READ MORE

Thursday, December 3, 2015

Modul display 0 - 100% input 4-20ma

Modul display 0 - 100% input 4-20ma


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

pada Industri saya sering bertemu dengan alat semacam ini, inputnya 4-20ma dan output displaynya 0 - 100%  atau 0 - 10MPa dan sebagainya. kalau di perhatikan masukkannya sama saja hanya 4 - 20ma yang di konversi dengan ke nilai outputnya dengan nilai perbandingan saja.

misal   4ma  menjadi  0%
         
            12ma menjadi  50%

            20ma menjadi 100%

inputnya selalu sama 4 - 20ma hanya outputnya yang berbeda. inilah kata kuncinya

sebelum membaca ini ada baiknya anda membaca artikle mengapa 4 - 20ma sebagai referensi dasar


dalam rangkaian proteus yang saya ikutkan pada blog ini, menggunakan masukkan tegangan 1 - 5V untuk mengkonversinya menjadi arus maka digunakannya resistor 250ohm yang juga di bahas pada artikle "mengapa 4-20ma".

untuk singkatnya silahkan lihat gambar berikut :


rangkaian Modulnya

Tentunya modul ini harus bisa di kalibrasi agar akurat, berikut adalah cara kalibrasinya

1. tekan tombol menu selama minimal 5 detik sampai display berubah dengan tulisan 1- V artinya      anda sudah masuk  mode kalibrasi.

2. lalu setting titik zeronya dengan tegangan 1V lalu tekan cal_zero

3. lalu setting tegangan 5V lalu tekan cal_range

4. dan selesai tekan exit agar keluar mode kalibrasi dan kembali pada mode operasi

berikut adalah videonya :






baiklah begitulah penjelasan ringkasnya, karena ini bersifat opensource maka akan saya sertakan semua file, saya menggunakan mikropascal sebagai kompilernya dan proteus sebagai simulasinya jika mau test ada folder "file test" jika tidak memiliki mikropascal jadi bisa langsung di coba

download di link ini  "ilmu jika tidak di amalkan bagai pohon yang tak berbuah" semoga bermanfaat dan salam innovasi

listing mikropascalnya :

bagian utamanya :

program lib_7seg;
uses display, tambahan;

{ Declarations section }

var adc_rd : word;
    txt : array[10] of char;
    txt_dis : array[4] of char;
    
    ulv : byte;
    llv : byte;
    cal_zero : word;
    cal_range : word;
    nilai : real;
    range : word;
    hasil : real;
    count : byte;
    test : byte;

var
    oldstate_menu : bit;
    oldstate_exit : bit;
    oldstate_calrange : bit;
    oldstate_calzero : bit;

label
  awal,loop1;


begin

awal:

  //UART1_Init(9600);                          // initialize UART1 module
  //Delay_ms(100);

  
  DDB1_bit := 0;
  DDB2_bit := 0;
  DDD2_bit := 1;
  DDD3_bit := 1;
  DDD4_bit := 1;
  DDB3_bit := 0;
  DDB4_bit := 0;
  
  PORTB1_bit := 1;
  PORTB2_bit := 1;
  PORTB3_bit := 1;
  PORTB4_bit := 1;
  
  {mr := true;} ds := false;  st := false;   sh := false;
  DDC0_bit := 0;
  ADC_Init();
  
  test := EEPROM_Read(0x10);
  if test = '@' then
    begin
      hi(cal_zero) := EEPROM_Read(0x20);
      lo(cal_zero) := EEPROM_Read(0x21);
      hi(cal_range) := EEPROM_Read(0x30);
      lo(cal_range) := EEPROM_Read(0x31);
    end
  else
    begin
      cal_zero := 0;
      cal_range := 1023;
    end;
  //cal_zero := 0;
  //cal_range := 1023;
  ulv := 100;
  llv := 0;
  range := cal_range - cal_zero;
  
// reset nilai oldstate
  oldstate_menu := 0;
  oldstate_exit := 0;
  oldstate_calrange := 0;
  oldstate_calzero := 0;
  count := 0;
  
  while true do
    begin
      adc_rd := ADC_Read(0);
      adc_rd := ADC_Read(0);
      adc_rd := ADC_Read(0);
      adc_rd := sarat(adc_rd);
      nilai := adc_rd - cal_zero;
      hasil := (nilai/range)*100;
      delay_ms (300);
      
      FloatToStr(hasil, txt);
      txt_dis[0]:= txt[0];
      txt_dis[1]:= txt[1];
      txt_dis[2]:= txt[2];
      txt_dis[3]:= txt[3];
      
      if hasil < 100 then
        begin
          txt_dis[0]:= txt[0];
          txt_dis[1]:= txt[1];
          txt_dis[2]:= txt[3];
          txt_dis[3]:= ' ';
        end;
      if hasil < 10 then
        begin
          txt_dis[0]:= ' ';
          txt_dis[1]:= txt[0];
          txt_dis[2]:= txt[2];
          txt_dis[3]:= ' ';
        end;
      
      dis_nilai(txt_dis,4);
      
      if (Button(PINB, 1, 10, 0)) then
        begin
          oldstate_menu := 1;
          inc(count);
          if count > 18 then dis_nilai('1-V ',4);  // tunggu 5 detik
        end;
      if (oldstate_menu and Button(PINB, 1, 10, 1)) then
        begin
          oldstate_menu := 0;
          if count > 18 then   // tunggu 5 detik
            begin
              dis_nilai('1-V ',4);
              //UART1_Write_text('masuk menu');
              goto loop1;
            end;
          count := 0;
        end;
    end;

loop1:

// reset nilai oldstate
  //UART1_Write_text('masuk loop');
  oldstate_menu := 0;
  oldstate_exit := 0;
  oldstate_calrange := 0;
  oldstate_calzero := 0;
    while true do
      begin
        if (Button(PINB, 1, 10, 0)) then
            oldstate_menu := 1;
        if (oldstate_menu and Button(PINB, 1, 10, 1)) then
          begin
           // listingnya
            oldstate_menu := 0;
            dis_nilai('1-V ',4);
            //UART1_Write_text('menu');
          end;

        if (Button(PINB, 2, 10, 0)) then
            oldstate_exit := 1;
        if (oldstate_exit and Button(PINB, 2, 10, 1)) then
          begin
           // listingnya
            oldstate_exit := 0;
           //UART1_Write_text('exit');
            goto awal;
          end;
          
        if (Button(PINB, 3, 10, 0)) then
            oldstate_calrange := 1;
        if (oldstate_calrange and Button(PINB, 3, 10, 1)) then
          begin
           // listingnya
            oldstate_calrange := 0;
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            cal_range := adc_rd;
            EEPROM_Write(0x10, '@');
            EEPROM_Write(0x30, hi(adc_rd));
            EEPROM_Write(0x31, lo(adc_rd));
            //UART1_Write_text('calrange');
            dis_nilai('0-- ',4);
          end;
          
        if (Button(PINB, 4, 10, 0)) then
            oldstate_calzero := 1;
        if (oldstate_calzero and Button(PINB, 4, 10, 1)) then
          begin
           // listingnya
            oldstate_calzero := 0;
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            adc_rd := ADC_Read(0);
            cal_zero := adc_rd;
            EEPROM_Write(0x10, '@');
            EEPROM_Write(0x20, hi(adc_rd));
            EEPROM_Write(0x21, lo(adc_rd));
            dis_nilai('5-V ',4);
            //UART1_Write_text('calzero');
          end;
      
      end;
end.


Library displaynya :

unit display;
{
// contant 7segment
const
     angka_0 : byte   = %01110111;
     angka_1 : byte   = %00010100;
     angka_2 : byte   = %10110011;
     angka_3 : byte   = %10110110;
     angka_4 : byte   = %11010100;
     angka_5 : byte   = %11100110;
     angka_6 : byte   = %11100111;
     angka_7 : byte   = %00110100;
     angka_8 : byte   = %11110111;
     angka_9 : byte   = %11110110;
     angka_spc : byte = %00000000;
     grs     : byte   = %10000000;
     volt    : byte   = %01010111;
// contant 7segment  }

// contant 7segment
const
     angka_0 : byte = 0x40;
     angka_1 : byte = 0XF9;
     angka_2 : byte = 0X24;
     angka_3 : byte = 0X30;
     angka_4 : byte = 0X19;
     angka_5 : byte = 0X12;
     angka_6 : byte = 0X03;
     angka_7 : byte = 0X78;
     angka_8 : byte = 0X00;
     angka_9 : byte = 0X10;
     angka_spc : byte = 0xFF;
     grs     : byte   = %10111111;
     volt    : byte   = %01000001;
// contant 7segment

var
    //######JAM###############
    ds : sbit at PORTD2_bit;
    st : sbit at PORTD3_bit;
    sh : sbit at PORTD4_bit;

var
   dat_7 : byte;
   dat_segA : sbit at dat_7.0;
   dat_segB : sbit at dat_7.1;
   dat_segC : sbit at dat_7.2;
   dat_segD : sbit at dat_7.3;
   dat_segE : sbit at dat_7.4;
   dat_segF : sbit at dat_7.5;
   dat_segG : sbit at dat_7.6;
   dat_segH : sbit at dat_7.7;

var
   dly : byte; external;
   jadwal : string[24];  data; external;
   jadwalku : string[24];  data; external;

procedure dis_nilai (var text: string[10]; segment: byte;);

implementation


//-------------------- convert 7segment
function ubah (temp :byte): byte ;
begin
  if temp = 48 then result := angka_0;
  if temp = 49 then result := angka_1;
  if temp = 50 then result := angka_2;
  if temp = 51 then result := angka_3;
  if temp = 52 then result := angka_4;
  if temp = 53 then result := angka_5;
  if temp = 54 then result := angka_6;
  if temp = 55 then result := angka_7;
  if temp = 56 then result := angka_8;
  if temp = 57 then result := angka_9;
  if temp = 32 then result := angka_spc;
  if temp = 45 then result := grs;
  if temp = 86 then result := volt;
end;

//-------------------- convert 7segment

procedure dis_nilai(var text: string[10]; segment: byte;);

var
  i,j : byte;
begin

  for j := 1 to segment do
    begin
      dat_7 := text[segment - j];
      dat_7 := ubah(dat_7);
      for i := 1 to 8 do
        begin
          if i = 1 then ds := dat_segH;
          if i = 2 then ds := dat_segG;
          if i = 3 then ds := dat_segF;
          if i = 4 then ds := dat_segE;
          if i = 5 then ds := dat_segD;
          if i = 6 then ds := dat_segC;
          if i = 7 then ds := dat_segB;
          if i = 8 then ds := dat_segA;
          sh := true;
          delay_ms (5);
          sh := false;
        end;
    end;

  st := true;
  delay_ms (5);
  st := false;
end;

end.

Library tambahan :

unit tambahan;

var
    ulv : byte; external;
    llv : byte; external;
    cal_zero : word; external;
    cal_range : word; external;

function sarat(dat_ : real) :real;

implementation

function sarat(dat_ : real) :real;
begin
  if dat_ < cal_zero then result := cal_zero;
  if dat_ > cal_range then result := cal_range;
  if (dat_ >= cal_zero) and (dat_ <= cal_range) then result := dat_;
end;

end.



READ MORE